Minggu, 12 Februari 2012

Puisi Tanpa Judul

Memberiku sebuah kata
Itu adalah kepastian
Bisikkanku sebuah ucapan
Itu adalah penantian

Tuhan...
Kau tahu bagaimana aku merindunya
Kau tahu bagaimana aku mengaharapnya
Kau tahu bagaimana aku mencintanya
Tapi Tuhan...
Mengapa Engkau tak memberinya sebuah pentunjuk?
Yah, pentunjuk!
Agar ia tahu bagaimana perasaanku

Kemarin, saat ini, esok
Rasa ini selalu sama
Tak pernah berubah
Meski aku tutup usia

Mencintainya...
Meski sakit kurasa
Mencintainya...
Meski rindu menyiksa
Bergejolak batin menahan siksa
Air mata yang melukis wajah
Menahan harapku padanya

Tuhan...
Kalau saja aku ini hebat
Dan kalau saja aku ini sakti
Pasti bisa ku lihat bagaimana keadaannya
Sedang apa dia? Dimana dia?

Sungguh tersiksa rindu seperti ini
Harus aku tetap seperti ini?
Sadarkah dia akan diriku?
Sadarkah dia akan cintaku?
Tuhan...
Beri dia pentunjuk-Mu
Lindungi dia di beribu-ribu kilo jauhnya dariku

Tidak ada komentar: